RSS

Undangan Ke Surga

Apakah Anda ingin merasa dekat kepada Allah Azza wa Jalla?

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Keadaan terdekat yang dimiliki seorang hamba terhadap Rabbnya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah di dalamnya doa." (HR. Muslim)


Apakah Anda ingin mendapatkan pahala ibadah Haji bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam?

Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Umrah di bulan Ramadhan setimpal (pahalanya) Haji atau Haji bersamaku." (HR. Bukhari Muslim/Muttafaqun 'alaihi)


Apakah Anda ingin sebuah rumah di Surga?

Deradikalisasi Harus Diwaspadai

Sejak tahun 1991, isu perang melawan terorisme tidak pernah surut, bahkan tetap aktual hingga sekarang. Isu ini sengaja di-update terus-menerus oleh negara imperialis dan antek-anteknya untuk beberapa tujuan. Di antara tujuan penting isu perang melawan terorisme adalah agar menjadi alasan umum untuk memerangi pemikiran, organisasi, atau perjuangan yang berusaha melawan ideologi, kepentingan ekonomi-politik, dan imperialisme Barat atas negeri-negeri kaum Muslim. Dengan kata lain, isu perang melawan terorisme sejatinya dimaksudkan untuk mengokohkan penjajahan dan dominasi Barat atas negeri-negeri kaum Muslim.

Jika Anda Bingung

Sering orang mengatakan: "Saya bingung terlalu banyak pilihan". Banyak partai, bingung mau milih yang mana. Banyak peluang bisnis, bingung mau fokus yang mana. Banyak strategi bisnis, bingung mau menerapkan yang mana.

Anda pernah mengalaminya? Atau, bahkan sedang mengalaminya?
Jika jawaban ya, artinya ada sesuatu yang perlu dibenahi dalam pemikiran Anda. Informasi yang banyak juga diterima oleh orang-orang sukses, tetapi mereka mampu memilih yang terbaik. Kenapa? Karena mereka memiliki kualitas pemikiran tertentu. Apa kualitas pemikiran tersebut?

Beginilah Pemikiran Liberal

“Dari sekian banyak daftar ketidakkreatifan generasi pasca-Muhammad, yang paling mencelakakan adalah pembukuan Qur’an dengan dialek Quraisy, oleh Khalifah Usman Ibn Affan yang diikuti dengan klaim otoritas mushafnya sebagai mushaf terabsah dan membakar (menghilangkan pengaruh) mushaf-mushaf milik sahabat lain. Imbas dari sikap Usman yang tidak kreatif ini adalah terjadinya militerisme nalar Islam untuk tunduk/mensakralkan Qur’an produk Quraisy. Karenanya, wajar jika muncul asumsi bahwa pembukuan

Waspadai 'Radikalisasi' Islam

Salah satu agenda dari war on terorisme (wot) adalah menyudutkan dan memelintir beberapa pemahaman Islam. Pemahaman yang dicoba dipelintir adalah istilah Daulah Khilafah atau Negara Islam. Hal ini bisa dipahami karena hampir sebagian besar terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 senantiasa dikaitkan dengan perjuangan untuk menegakkan Daulah Islam/Khilafah. Pengaitan ini jelas akan membentuk opini bahwa Daulah Islam adalah negara yang keji dan penuh teror karena cara pendiriannya saja dengan cara-cara teror atau kekerasan. Jelas ini adalah isu sumir dan lebih cenderung merupakan stigma negatif yang sengaja dikembangkan agar umat Islam ‘takut’ dengan syariahnya. Apa yang dikembangkan ini lebih pas jika dimaknai ada upaya ‘radikalisasi’ syariah Islam.

Tiga Kalimat

–Auf ibnu Abdullah–
Seorang ahli hikmat pernah memberi nasihat.
Siapa beramal demi akhirat, Allah cukupi hasrat kebutuhan dunianya.
Siapa menjalin berkah hubungan baik dengan Allah, Ia baikkan hubungannya dengan sesama manusia.
Siapa memperbaiki kalbu hati, Allah perbaiki lahir jasmani.

Ini adalah rahasia langit. Seperti seorang tukang ledeng, ia membetulkan pipa air yang di ujung ditunggu-tunggu tidak mengalir airnya. Begitu di pangkalnya diperbaiki, maka di ujung air mengalir dengan deras. Kadang orang heran, yang diperbaiki di mana, yang keluar air di mana. Sebetulnya kalau memahami perumpamaan tukang ledeng tersebut, tidaklah menjadi bingung.

Liberalisme: Bebas Dari Tuhan

Kata 'liberal', menurut Ensiklopedi Britannica (2001), diambil dari bahasa Latin liber. Kata ini pun, menurut Oxford English Dictionary, bermakna sesuai untuk orang bebas, murah hati dalam seni liberal (liberal arts). Salah satu rekaman pertama mengenai contoh kata 'liberal' muncul pada 1375 yang memang digunakan untuk memerikan liberal arts.

Dengan terbitnya masa Pencerahan (Enlightenment), kata tersebut memperoleh penekanan positif secara lebih menentukan dengan makna "bebas dari prasangka yang dangkal" pada 1781 dan "bebas dari kefanatikan" pada 1823. Dan di pertengahan abad ke-19, kata 'liberal' mulai digunakan sebagai istilah yang sangat politis.

Tiga Macam Waro

Ada tiga macam waro’ yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah,

  1. Termasuk waro’ yang disyari’atkan adalah berhati-hati terhadap sesuatu yang jelek akibatnya. Yaitu seseorang mengetahui sesuatu itu haram kemudian ia ragu akan haramnya. Padahal jika meninggalkannya tidak menimbulkan bahaya.